Aliran Rasa: Komunikasi Produktif
Alhamdulillah tiba di bagian aliran rasa, aliran rasa ini saya baru ke dalam 3 bagian sesuai dengan lawan komunikasi saya.
1. Suami
Dengan suami selama 10 hari pertama ini saya rasa perubahan dalam diri saya ada perbaikan, meskipun masih sedikit. Berusaha memasuki apa yang suami inginkan tapi tetap menjadi diri saya sendiri. Dan saya ternyata harus menerapkan konsekuensi juga ternyata ke suami hehehe
2. Qonita(2y8m)
Qonita sedang dalam tahap amazing two, jadi saya sedang benar-benar belajar mengelola emosi. Karena tugas saya ingin sekali qonita cerdas mengelola emosi nya juga. Ketika berkomunikasi saya selalu berusaha menatap matanya, mendengarkan ketika dia bercerita, memberikan kata-kata mendukung dan waktu bersama, ketika emosi saya terkendali, anak juga manis, penurut dan malah banyak membantu saya ketika melaksanakan tugas domestik. Malah saya bisa mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah seperti menyimpan pakaian punya qonita yang sudah dilipat ke lemari, membereskan peralatan bekas mandi adiknya, menyimpan bantal dan guling ketika kasur sudah saya rapikan, dan amazingnya dia membereskan mainannya sendiri hoho. Tapi saya masih kurang bisa mengendalikan emosi ketika mengantuk, dan ketika ini terjadi qonita pun ikut kena. Ampuni hamba Ya Rabb..
3. Hikari (8m)
Mungkin karena usianya masih bayi, Alhamdulilah belum menemui hambatan.
Dari seluruh perubahan ke arah yang baik ataupun semua kekurangan saya, saya harus terus menerapkan komunikasi produktif ini. Manfaatnya bagi saya sendiri ko. Banyak banyak istighfar dan jaga ruhiyah juga.
Mungkin kita pernah mengeluh tentang perilaku anak dan pasangan. Berkacalah! Mereka cerminan kita. Hasil dari komunikasi kita.
Tetap semangat jadi emak Pembelajar 💪🏼 💪🏼 💪🏼


Komentar
Posting Komentar