Fitrah Seksualitas pada Anak Day 3

Hari ini adalah hari presentasi kelompok kami. Saya dan bunda Subaeda sudah membahas materi dari H-2 presentasi.

_*Perkembangan fitrah Seksualitas pada Anak Usia Dini*_

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Perlu ditekankan bahwa pendidikan seksual dan fitrah seksualitas itu berbeda. Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Outline materi kita kali ini adalah:
A. Fase Perkembangan Seksual pada Anak usia Dini
B. Cara mengenalkan seks pada Anak usia Dini

*A. Fase perkembangan Seksual pada Anak*
Dari materi yang disampaikan oleh bunda Yuli Yuliani dan bunda Dilyana di presentasi hari pertama tentang perkembangan fitrah seksualitas pada Anak, kami mengambil pembahasan  fase perkembangan pada usia anak pra latih atau kami sebut usia dini.
Bunda mari kita kenali perkembangan seks pada anak terlebih dahulu

_1. Usia 0-2 tahun, fase Oral_
Pada fase oral, kepuasan seksual ada di daerah sekitar mulut. Menyadari hal ini, iklan makanan sangat memanfaatkannya untuk menarik perhatian konsumen. Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka anak pada usia remaja biasanya akan menggigit kukunya atau tetap mengedot.

_2. Usia 2-3 tahun, Fase Anal_
Saat fase anal, daerah kepuasan seksual berada di daerah sekitar anus. Di masa ini anak mulai merasa kepuasaan pada saat belajar toilet training. Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka beberapa orang lebih menyukai anal seks baik pada wanita maupun homoseksual.

_3. Usia 4-6 tahun, Fase Phallic_
Dimana fase phallic, anak mulai mengenali perbedaan jenis kelamin. Saat ini, anak mulai bermain dengan alat kelaminnya sehingga mendapatkan kepuasan seksual. Sebagian besar anak-anak, seringkali setelah masa bayi, kadangkala menemukan kenikmatan ketika organ genitalnya dirangsang, tetapi jangan dipahami perilaku ini sebagai aktivitas 'seksual' sebelum mereka memasuki masa remaja.

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

*B. Cara mengenalkan Seks pada Anak*
Bagaimana caranya mengajarkan hal ini setelah anak berusia di atas satu tahun? Inilah triknya:

🍬 Ajak anak mengenali bagian tubuhnya, dan jelaskan fungsi setiap bagian dengan bahasa sederhana. Katakan bahwa tubuhnya adalah karunia yang sangat berharga dan harus dijaga dengan baik. 

🍬Bangun kebiasaan positif. Misalnya, tidak berganti baju di tempat terbuka, tidak pipis di sembarang tempat, dll. 

🍬Tanamkan pentingnya menjaga organ tubuh tertentu, seperti alat vital, dari sentuhan orang lain. Tentu saja, disertai penjelasan sederhana yang bisa  ia terima dan mengerti dengan baik.

🍬Biasakan anak berpakaian sesuai identitas kelaminnya sejak dini. Banyak kelalaian orang tua untuk hal ini. Mereka membuat anak perempuan menjadi tomboy dan anak laki-laki menjadi feminin. Dalam kondisi ekstrem, anak bahkan bisa mengalami kebingungan identitas seksual.

Dengan cara diatas, kita bisa mengajak anak dengan cara:
🍰Perbanyak waktu bersama anak
Pada dasarnya, di rentang usia ini anak memang belum bisa menjaga dirinya sendiri, jadi sebaiknya anak lebih banyak bersama orangtua.

🍰Pancing Cerita
Sejak usia ini, biasakan anak untuk selalu bercerita dan mengungkapkan apa saja yang ia rasakan, lihat atau alami.

🍰Tentang Tubuh
Ajarkan bahwa tubuhnya berharga. Minta anak untuk mengenakan pakaian yang cukup menutupi sekitar paha dan kemaluannya. Anak harus menjaga dan memelihara dirinya dengan baik. Katakan kepada anak, ”Jangan lupa ya Sayang, badan Adek ini sangat penting. Jadi tidak sembarangan orang boleh pegang atau elus elus badan Adek , ya, ngerti kan?”

🍰Tiga Jenis Sentuhan
Teori tiga jenis sentuhan ini sudah sering digaungkan. Sekadar mengingatkan, ini dia 3 jenis sentuhan yang sebaiknya segera Anda ajarkan pada anak dimulai dari balita: 

_- Sentuhan yang baik/boleh (menyentuh dari bahu ke atas atau dari lutut ke bawah)_

_- Sentuhan yang membingungkan (menyentuh bagian badan dari mulai dari bahu sampai lutut)._

_- Sentuhan yang buruk (menyentuh bagian tubuh yang ditutup pakaian, yaitu paha, dada, alat kelamin, vagina atau penis)_

🍰Ajarkan Anak Berani
Orangtua perlu mengajarkan anak untuk berani mengatakan, “Ini badanku, punyaku!"

🍰Kenali Bahasa Tubuh Anak
Untuk orangtua, kenali bahasa tubuh anak, sehingga bisa segera mendeteksi bila ada sesuatu yang tidak biasa.

🍰Ajarkan dengan Nyanyian
Agar lebih mudah diingat dan dicerna, ajarkan nyanyian tentang pendidikan seks sejak dini berupa lagu, seperti lagu pelangi-pelangi yang liriknya diubah menjadi: “Ini tubuhku..kan kujaga slalu, Tak boleh disentuh ..tak boleh di ganggu..Hanyalah ibuku dan hanya diriku, yang boleh melihat atau menyentuh.”

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Sumber:
https://m.detik.com/health/read/2013/12/02/153237/2429967/775/kenalilah-fase-perkembangan-seksual-anak-anak-anda

www.parenting.co.id/balita/cara+mengenalkan+seks+pada+balita

nova.grid.id/Keluarga/Anak/Lakukan-7-Cara-Pendidikan-Seks-Untuk-Anak-Balita-Ini-Sebelum-Terlambat?page=1

http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

Tanya jawab
1. Bunda ririn
T: Fase anal, usia 2-3 thn.
Kepuasan yang bagaimana ? Apakah berlama-lama di toilet saat bab?

J: Pada fase anal ini berkaitan dengan anak ketika buang hajat besar. Jadi dia menikmati ketika dia sedang buang hajat melalui anus. Dan ternyata pada fase anal ini ada hal lain yang anak pelajari. Baju Ego dasar anak sudah mulai terbentuk, ketika dia melakukan proses toilet training, dia menahan ego nya untuk langsung buang hajat, karena dia tau ada tempatnya

T: Apakah berarti pd usia 3 thn anak-anak Sdh selesai toilet training nya?

J: Toilet training bagusnya lulus ketika fase anal ini. Tambahan ttg toilet training, ternyata bukan hanya biar hemat popok *saya ini mah Hihi
Menurut Freud "Orang tua mengenalkan tuntutan tersebut melalui latihan kebersihan (toilet training), yaitu usaha sosialisasi nilai-niai sosial pertama yang sistematis sebagai upaya untuk mengontrol dorongan-dorongan biologis anak."

Tanggapan: Iya ya Bund...ada hikmahnya dibalik lelah letih kita membimbing anak-anak ke toilet

J: Jadi ketika dia bisa melewati proses toilet training, fase anal juga akan ikut terlewati

2. Bunda Eli
T: Saya masih ingat, anak pertama saya pernah suka sekali memegang  kelaminnya pada fase phallic, lupa usianya...
Waktu itu rasanya belum banyak pengetahuan jadi dianggap tidak boleh dan berusaha  supaya anak tidak kebiasaan...

Nah kira-kira apa sebaiknya yang  harus dilakukan  jika menghadapi kondisi seperti ini🙏

J: Itu masih normal bunda @Eli🌹Serliana  tetapisetiap dia melakukan hal tersebut, beritahukan saja secara perlahan, jangan juga langsung dilarang karena secara umum mulai usia 2 tahun hingga 5 tahun, anak-anak  mulai penasaran dengan bentuk dan fungsi genitalnya. Batasan dikatakan normal yaitu kebiasaan ter seharusnya pada usia 5 - 6 tahun sudah hilang

T: Nah ada malah ponakan saya justru di usia 10 tahun baru punya kebiasaan  memegang kelaminnya....

Apakah krn ia tidak melewati masa phallic yah🤔

J: Nah untuk usia 10 tahun, idealnya Ananda sudah masuk fase lantent. Pada umumnya fase falus telah berakhir pada usia 6 tahun. Kalau pun terdapat variasi, mungkin berlangsung sampai usia 7-8 tahun.

Tambahan 👇🏼👇🏼👇🏼

Tahap latensi berkisar antara usia 6 sampai 12 tahun (masa sekolah dasar). Tahap ini merupakan masa tenang seksual, karena segala sesuatu yang terkait dengan seks dihambat atau didepres (ditekan). Dengan kata lain masa ini adalah periode tertahannya dorongan-dorongan seks dan agresif. Selama masa ini, anak mengembangkan kemampuannyabersublimasi (seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah, bermain olah raga dan kegiatan-kegiatan lainnya) dan mulai menaruh perhatian untuk berteman (bergaul dengan orang lain).

3. Bunda Dilyana
T: Bun mau nanya kl fase phallic utk anak perempuan spt apa contohnya? mulai bermain dengan alat kelaminnya spt apa?

J: Anak mendapatkan kenikmatan pada daerah vagina bunda terutama pada bagian klitoris.

Maaf ya bunda saya ga sensor kata-katanya, karena menurut saya ini istilah medis 😊

Dan pada beberapa kasus, anak perempuan memasukkan tangannya kedalam vagina.
Atau dia menjepit selimut/guling/benda lain dan digesek-gesekan.

T: Normalnya berakhir diusia brp bu?

J: Fase phallic berakhir di usia 6 tahun, namun seperti yang disampaikan bunda @Bunda Subaeda Iip kalau terdapat variasi, mungkin berlangsung sampai usia 7-8 tahun

T: Berpengaruh gak ya pada selaput dara nya nanti?

J: Selaput dara kan di dalam ya bund, kalau yang saya baca Aktifitas fase ini banyakan di daerah klitoris

Sebagai penutup dari kami, ada sebuah konser kecil-kecilan untuk ibu-ibu BunSay #1_IIP Sulawesi

Komentar

Postingan Populer