Fitrah Seksualitas pada Anak Day 4

Hari ini presentasi disampaikan oleh bunda Murni dan Bunda Nelly. Berikut review materi hari ini:

Melejitkan Fitrah Seksualitas Anak

Sudah kita fahami bahwa meningkatkan dan menjaga fitrah seksualitas ini perlu kerjasama antara ibu dan ayah. Pada materi kali ini, hal menarik yang saya dapatkan adalah ketika anak tidak ada bersama ayah atau ibunya, karena kondisi sudah yatim/piatu ataupun ada ayah/ibu tetapi kondisi memaksa harus LDR.

Dijelaskan bahwa sebagai pendamping anak tersebut, kita harus mencari sosok pengganti sesuai dengan gendernya.

Misalnya ketika anak sudah tidak memiliki ayah, maka cari laki-laki lain yang bisa menjadi sosok pengganti. Bisa kakek atau paman. Seperti Rasulullah saw, pengganti setelah ayahnya tiada yaitu kakek beliau Abdul Mutholib dan setelah kakeknya tidak ada, paman beliau Abu Thalib yang menjadi pengganti.

Sumber referensi ;
https://www.wartapilihan.com/mendidik-fitrah-seksualitas-anak
https://sofianaindraswari.com/mempersiapkan-calon-ayah-mendidik-fitrah-seksualitas-anak-laki-laki
http://www.fissilmikaffah.com/2017/12/fitrah-seksualitas.html?m=1
http://persisbangil.hol.es/?id=artikel&kode=105

Tanya Jawab

1. Bunda Ririn Iip
T: Nah ini ga sedikit sosok bpk tidak LDR tp seperti LDR. Apalg semakin jelas dgn adanya prosentase kl anak laki-laki butuh sosok maskulin 75%.  bgmn yg kl satu keluarga anaknya laki-laki semua dan tmpt tinggal jauh dari sanak keluarga.

J: Banyak pihak-pihak yang bisa mengisi sosok maskulin tapi tidak menggantikan peran ayah. Misalnya guru, ustaz, tetangga... Bahkan seorang petugas parkir, pak polisi pun bisa menjadi panutan anak dalam meningkatkan sisi maskulinx. Mungkin kita bisa sharing pengalaman dengan bunda Alde yg LDR dengan suami

Kl sy perhatikan anak yg LDR dan sosok ayah tidak tiap hari dilihat, akan gampang dekat dgn laki-laki dewasa. Misalnya di Alde, omnya yg datang kerumah, Alde lebih mau digendong omnya dibanding sama tantenya.

Sebenarnya mungkin ayah tidak bisa 100% ada di rumah, namun pada saat sang ayah datang, maka romantisme anak dan ayah pasti akan terjalin sangat kuat dan apapun perkataan ayah akan didengar oleh anak

Dan Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak-anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tata cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Tanggapan: Sepertinya ini, sy liat anak itu dgn PD nya sandaran sama orang tak d kenal, tidur tiduran di kaki bpk bpk itu. Jd secara mandiri ya anak akan mencari sosok maskulin

J: Iya bunrin, dan anak2 juga perlu diberi kegiatan yg merangsang maskulinx,  misalx taekwondo, memanah, dll

Selain itu, Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.

2. Bunda Subaeda Iip
T: Umur brp, anak bs diperkenalkan ttg rahim Bun?

J: Pada usia 7-10 tahun bun

Tanggapan:

Bunda Tasya Iip: Oh...usia 7 sudah bisa ya, mulai dari cerita tentang baby Kali ya?

J: Karena pada fase ini anak laki2 harus didekatkan pada ayahnya dan anak perempuan harus dekat dengan ibunya

3. Bunda Subaeda Iip
T: Apakah tetap hrs diceritakan walaupun anak-anak tdk bertanya? Atau menunggu mereka bertanya Bun?

J: Kalo saya sih melihat kondisi bun. Ghaly baru berumur 7 tahun dan dalam fase ini, saya belum menceritakan swcara detail. pernah dia bertanya bagaimana dia bisa lahir? Apa itu plasenta? Bagaimana anak bayi bisa makan di perut

Tanggapan:
Berarti d umur ini, anak secara alami akan bertanya tentang hal begitu yah Bun.

J: Ada masanya anak2 akan bertanya dan nyerempet2 tentang seksualitas. Apalagi dengan kondisi lingkungan yang sering berbicara kotor 🙈🙈

4. Bunda Ririn Iip
T: Adakah video yg bagus tuk menerangkan ttg rahim? Biasanya kl dlm bentuk film anak anak suka nonton nya

J: https://m.youtube.com/watch?v=M8vpZBuweZU

Sekian review presentasi hari ini.

Komentar

Postingan Populer