Fitrah Seksualitas pada Anak Day 6
Pada hari ini materi disampaikan oleh bunda Erna dan bunda Ainnur.
Pentingkah meningkatkan fitrah seksualitas pada Anak?
Materi presentasi terlampir
Mungkin Kita pernah dengar pesta seks gay yg terjadi di kelapa gading atau pernikahan sesama Jenis yang terjadi di Bali. Mengapa penyimpangan seksualitas semakin marak terjadi? Hal ini disebabkan penyimpangan fitrah keimanan, fitrah seksualitas, kurangnya peran ayah atau bunda dalam membersamai anak sebelum aqil baligh serta faktor lingkungan ikut andil.
Until itu sangatlah penting mendidik Fitrah seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks. Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti masturbasi atau yang lainnya.
Ada tahapan dalam mengenal fitrah seksualitas ini. Utk tahapan 0-6 thn Dan 11-14 thn sdh pernah dibahas sblmnya. Kami akan lbh membahas fitrah seksualitas untuk umur 7-10 thn. Utk 7-10 thn anak berubah dari egosentris menjadi sosio sentris.
di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, bermain dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Media edukasi yang dapat digunakan adalah Buku, dongeng atau cerita, atau tontonan yg mendidik.
Tanya jawab
1. Apakah di tahap Sosio sentris ini maksudnya anak-anak lebih bnyk bermain di luar rumah bersama teman-teman nya?
Jawab:
Iya mohon maaf... 🙏 Iya bun, anak lbh byk bersosialisasi dgn teman2 nya... Jika anal terpuaskan egosentris di tahap 0-6 than maka diusia 7-10 than anak Alan menjadi anak yg percaya diri, tidak mudah ragu... Jadi modal ketika bersosialisasi dgn tmn2 nya baik disekolah maupun dirumah..
Tanggapan:
Sepertinya Anak-anak sy Sdh terpuaskan egosentrisnya .. sekarang lebih suka main di luar
Sekarang kerja bakti bersihkan lingkungan sekitar Sdh jarang ya Bund...jadwal ronda jg Sdh jarang. Sepertinya ini kegiatan bagus untuk mengenal anak-anak ke kegiatan di masyarakat (bersosialisasi) dan mendekatkan ayah dgn anak laki-laki nya.
2. Apakah sekarang kegiatan sosial yg mirip seperti itu Sdh berganti dgn kegiatan lain ?
Mungkin ada yg bisa bercerita bgmn kegiatan sosial d lingkungan bunda.
Jawab:
- Kl di tmp sy kerja bakti msh Ada bun, tp sering nya ibu2 yg kerja bakti, bpk2nya sibuk...
- Di lingkungan tempat kami tinggal, kerja bakti biasanya dilakukan untuk membersihkan masjid. Waktu masjid dibangun pun anak anak laki laki juga ikut terlibat. Anak kami 4 orang laki laki ikut terlibat.
Kalo ronda sudah tidak ada bun
Kl Ronda diganti oleh satpam
Tanggapan:
Seru mungkin ya jadwal ronda di setting seperti sedang kemping 😄
Jawab: Anak laki2 yg sdh besar biasa jg diikutkan utk kerja bakti...


Komentar
Posting Komentar